Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tanah: Cermat Dalam Investasi

Perhitungan itu penting. Apalagi dalam investasi. Perhitungan yang tepat bisa memberi keuntungan besar. Begitu pula dalam investasi tanah.

Perlu diperhatikan: apa saja kelebihan dan kekurangan investasi tanah. Kita harus memperhitungkannya, membandingkannya dengan pilihan lain, barulah mengambil keputusan.

Berikut ini saya coba paparkan apa saja kelebihan dan kekurangan investasi tanah berdasarkan pengalaman. Setelah itu, kita coba membandingkannya dengan investasi lain.

Kelebihan Investasi Tanah

Cara menghitung kelebihan dan kekurangan investasi tanah
Keuntungan Kerugian Investasi Tanah

Sejauh yang saya ketahui, investasi tanah memiliki beberapa kelebihan.

1. Capital Gain


Harga tanah terus menerus mengalami kenaikan. Minimal 20 sampai 25% per tahun. Inilah keuntungan utama dari investasi tanah.

Bahkan, jika Anda menggunakan teknik yang pernah saya paparkan, keuntungannya bisa mencapai 200% hanya dalam dua atau tiga tahun.

Anda bisa membacanya dalam artikel Cara Investasi Tanah: Melipatkan Gandakan Uang Dalam Waktu Singkat. Dalam artikel tersebut saya paparkan ciri-ciri khusus daerah yang memiliki potensi terbaik untuk investasi tanah.

Beberapa client saya hanya bermodalkan 45 juta. Dalam waktu 2 tahun harga jual mencapai 200 juta.

2. Tidak Ada Biaya Perawatan


Tidak seperti properti lainnya, kelebihan dari investasi tanah ialah tidak ada biaya perawatan. Jikapun ada tidak terlalu besar.

Hal ini berbeda dengan investasi rumah atau apartemen. Tentu saja harus ada perawatan. Karena jika tidak terawat, rumah bisa rusak.

Hal tersebut tidak berlaku pada tanah. Anda cukup membelinya lalu membiarkannya saja. Itu saja sudah cukup.

3. Relatif Mudah Mengurusnya


Dapat dikatakan, investasi tanah tidak memerlukan perawatan. Dengan begitu, Anda tidak perlu memikirkan bagaimana mengurusnya.

Hal ini mengurangi energi dan fokus Anda.

Anda bisa sibuk dengan pekerjaan tanpa harus dibebani pikiran mengurus tanah. Biarkan tanah tersebut bekerja menghasilkan uang untuk Anda.

Kekurangan Investasi Tanah


Lalu, apa saja kekurangan investasi tanah? Di bawah ini beberapa hal yang dianggap sebagai kelemahan dalam investasi tanah.

1. Modal Relatif Besar


Menurut sebagian orang, modal investasi tanah cukup mahal. Sebenarnya relatif. Dibandingkan dengan investasi rumah atau apartemen, justru tanah lebih murah.

Membeli tanah biasanya harus dengan cara cash.

Kecuali apabila membeli dalam bentuk kavling. Biasanya ada yang bisa dengan tempo. Sehingga terasa lebih ringan.

2. Tidak Ada Income Rutin


Ya, tiadanya income rutin merupakan kekurangan investasi tanah. Kita hanya mengharapkan adanya kenaikan harga dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan investasi kontrakan atau kos-kosan. Atau investasi rumah. Kita bisa saja mendapatkan pemasukan bulanan.


3. Kurang Liquid


Menurut banyak orang, investasi tanah kurang liquid. Berbeda dengan investasi emas. Kita bisa menjualnya dengan cepat begitu membutuhkan dana.

Sedangkan tanah...

...perlu waktu lebih lama jika ingin menjualnya. Yang paling cepat-pun biasanya memerlukan waktu hingga 2 minggu. Itu pengalaman pribadi saya.

Pertimbangan Lain Investasi Tanah


Jadi setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan investasi tanah...

Kita masih perlu mempertimbangkan hal lainnya. Apakah berinvestasi rumah, apartemen, ruko...

Ambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi setempat. Karena kondisi setiap daerah bisa berbeda.

Contohnya.

Anda memiliki modal 150 juta.

Dengan uang tersebut Anda bisa membeli rumah sederhana. Atau, Anda juga bisa membeli tanah. Mari kita coba hitung secara sederhana...

Pendapatan Investasi Rumah.

Asumsikan rumah kita kontrakan.

2 juta/bulan = 24 juta/tahun

Kita asumsikan, setelah 4 tahun harga rumah 250 juta. Jadi total kekayaan rumah adalah 250 juta + (24 juta x 4) = 346 juta.

Bandingkan dengan tanah. Anda harus jeli melihat kenaikan harga tanah setempat. Apakah bisa mencapai 346 juta?

Pendapatan Investasi Tanah.

Asumsikan membeli tanah di daerah yang dijadikan lahan industri, seperti Kalijati-Subang. Dengan 150 juta Anda bisa membeli lahan seluas 1.250 m2.

Dengan melihat kenaikan harga selama 3 tahun terakhir, diasumsikan 4 tahun ke depan harga tersebut bisa mencapai di atas 300 juta.

Ditambah dengan...

Sewa.

Pohon albasiyah.

Tergantung keadaan. Katakanlah, kita tanami tanah tersebut dengan albasiyah. Luas tanah 1.250 bisa ditanami pohon sebanyak 170 pohon.

Jika dibiarkan 5 atau 6 tahun, satu pohon bisa menghasilkan lebih dari 1 juta. Artinya: 170 x 1 juta = 170 juta. Namun bila 4 tahun, tentu saja kurang dari itu.

300 juta + 170 juta = 470 juta.

Perhitungan tersebut dengan asumsi investasi tanah di Subang, Jawa Barat.

Namun demikian...

Kondisi setiap daerah berbeda. Bisa saja lebih baik investasi di rumah maupun lainnya. Bisa juga lebih baik investasi tanah.
Sponsor
Previous
Next Post »