Romantis Dengan Puisi Cinta Kahlil Gibran

Puisi romantis
Keromantisan bisa dituangkan melalui rangkaian kata: puisi. Hingga saat ini puisi masih sering dijadikan media untuk menuangkan isi hati maupun perasaan. 

Setiap orang memiliki definisi sendiri untuk kata romantis. Ada yang cukup dengan tatapan kasih, ada yang memerlukan perhatian, ucapan, ataupun sedikit sentuhan. 

Kali ini microgist kembali menyajikan puisi cinta Kahlil Gibran yang romantis. Namun karena berbagai pertimbangan, kami sekedar memuat ulang pemikiran dan ide-idenya ke dalam tulisan yang lebih mudah dimengerti. 



Romantis Si Anak Desa

Aku baru saja tiba di tepi sungai dengan gemericik nan meneduhkan. Debu-debu keresahan yang kubawa dari kota kubiarkan terjatuh, dibawa arus yang menuruni lereng-lereng bukit. 

Di sana-lah aku terkesima oleh panorama permai. Bukit dihampari warna hijau. Lereng dan lembah bergulung-gulung laksana selendang para peri. Dan di antara dua lereng itu, kulihat hamparan sawah penyejuk mata. 

Tatkala kulepaskan pandanganku, kulihat seorang anak gembala menggiring domba-dombanya. Wajahnya begitu riang. Tak kulihat tanda-tanda keluhan pada sorot matanya. 

Ia tersenyum padaku ketika mata kami bertatapan. Ada kebahagiaan tersembunyi dari balik matanya; sebuah keteduhan tak tergambarkan darinya merambahi dadaku. 

Anak gembala itu berlari-lari kecil di atas rerumputan hijau. Lalu ia memanggil-manggil dombanya seperti memanggil sahabatnya. 

Aku tidak pernah melihat kebahagiaan semacam itu. Di mana pikiran begitu menyatu dengan raga. Dan kebahagiaan terpancar secara alamiah. 

Kami di kota hidup dalam kungkungan waktu. Di sini kulihat mereka mengendalikanya. Sedangkan kami hidup dikendalikan olehnya.

Tatkala matahari hampir surut ke ufuk Barat dan cahayanya sudah merah keemasan, seorang gadis polos datang di hadapan si gembala. 

Gadis itu berdiri mematung. Rambut indahnya tergerai begitu saja. Namun di situlah pesonanya. Ia sesekali mengambil bunga ilalang di hadapannya. 

Seulas senyuman terukir; senyuman yang mengalirkan isi dari jiwanya. 

Sedangkan si gembala hanya terpekur. Mungkin ia sendiri sedang lupa dengan dirinya sendiri. Ia hanya memukul-mukulkan tongkatnya, menyembunyikan sesuatu dari debar jantungnya. 

Lalu ia beranjak berdiri. Menggiringnya kawanan ternak miliknya. Tak sepatah katapun terucap. Sedangkan gadis polos itu mengikutinya dari belakang. 

Mereka terus berjalan. Sesekali tatapan penuh makna terlihat dari mereka berdua. Sebuah tatapan yang hanya dimengerti oleh orang-orang yang jatuh cinta. 

Puisi Cinta Kahlil Gibran Romantis

Aku tak mungkin membuat sebuah puisi romantis untukmu. Karena sesungguhnya engkaulah puisiku. Hanya ingin kuungkapkan betapa kerinduanku menderu-deru: seperti angin di tengah lautan.

Ingin kuungkapkan rasa cinta tersembunyi. 
Lama kunanti
Saat perjumpaan
Antara hatiku dan hatimu




Microgist, Puisi Cinta Romantis Kahlil Gibran
Sponsor
Previous
Next Post »