Dalam Pendidikan Anak, Tegas Dahulu Hadiah Kemudian

Berbicara pendidikan anak tidak lepas dari pendidikan karakter. Bagaimanapun, karakter merupakan raga yang mewadahi berbagai potensinya. Betapapun hebat kecerdasannya, tanpa karakter yang kuat maka kecerdasan tersebut ibarat benih tanpa ladang.

Sebelumnya kita telah membahas bahwa tingkat kedekatan ibu dan anak merupakan faktor penting dalam memprediksi kesuksesan seseorang. Namun demikian bagaimanakah mencurahkan kasih sayang (kehangatan) tanpa harus membuatnya manja? Karena tidak sedikit orang tua yang didorong rasa sayang, kemudian menjerumuskan anaknya.

Para pakar pendidikan menekankan agar kasih sayang orang tua tidak boleh membuat anak menjadi lemah. Justru sebaliknya harus membuat anak-anaknya menjadi mandiri.

Pendidikan Anak Memerlukan Ketegasan


Untuk itu langkahnya harus tepat. Yaitu dengan mendahulukan ketegasan sebelum kasih sayang. Tentunya ketegasan di sini juga lahir dari rasa kasih sayang. Hanya saja secara kasat mata memang terkadang tidak tampak sebagai kasih sayang.

Inti dari ketegasan orang tua adalah menerapkan sikap disiplin pada anak. Yakni membiasakan mereka dengan hal-hal positif, misalnya disiplin dalam membagi waktu antara bermain dan belajar.

Kebiasaan merupakan sesuatu yang sangat sulit diterapkan. Ketika telah diterapkan, sangat sulit untuk dilepaskan. Oleh karenanya sedari dini anak-anak harus terlatih dengan kebiasaan-kebiasaan yang memudahkan kehidupannya di kemudian hari.

Teladankan. Contohkan. Ajarkan.

Anak adalah peniru ulung. Ia dapat menyerap apapun dari lingkungannya. Yang baik maupun yang buruk. Dalam buku Verbal Inteligence diungkapkan hasil penelitian dari ilmuwan Jepang, bahwa otak akan meniru apapun (tanpa sadar) dari lingkungannya.

Proses peniruan tersebut lebih tepat disebut copying. Karena otak akan meniru dengan presisi yang sangat tinggi. Fakta ini menjelaskan kenapa anak di Perancis secara otomatis berbicara sengau. Karena ia mendengar lingkungan di sekitarnya sengau.

Otak anak tersebut secara tidak sadar akan menyamakan dirinya dengan suara sengau yang didengarnya setiap hari. Karena itulah, otak anak kecil dapat menyerap dengan cara menirukan.

Dalam konteks pendidikan, teladan lebih penting daripada memberi pengertian kepada anak-anak. Kendatipun Anda menerangkan betapa petingnya kesopanan, ketika anak tidak menemukan arti sopan dari perilaku sehari-hari Anda, maka ia tidak mungkin mengerti makna kesopanan tersebut.

Otaknya terus mencari referensi: seperti apa sebenarnya sopan itu? Maka dari itu, anak harus melihat secara langsung kesopanan dari orang tuanya, cinta kasih dari ayah ibunya, dan penghargaan dari rumahnya.

Berilah Hadiah

Langkah berikutnya adalah dengan memberinya hadiah. Manakala anak sudah dapat menerapkan sesuatu menjadi kebiasaan, perlu adanya hadiah. Misalnya ketika ia belajar sesuai jadwal yang ditetapkan tanpa harus diingatkan.

Fungsi hadiah dalam pendidikan anak adalah sebagai stimulan. Dengan mendapatkan hadiah diharapkan anak-anak semakin semangat.

Lebih dari itu, yang paling penting dari fungsi hadiah yaitu agar anak merasakan perhatian serta kasih sayang dari orang tua. Sehingga secara psikologi ia merasakan ketentraman dan rasa aman.
Sponsor
Previous
Next Post »