Usia Emas Mendidik Anak, Menggali Kedahsyatan Potensinya

microgist.blogspot.com -- Nampaknya kehidupan memberikan waktu-waktu tepat untuk menggali potensi. Misalnya masa-masa suram seseorang dalam merajut kemakmuran hidup, juga merupakan fase terbaik untuk membentuk ketangguhan mental.

Tidak terkecuali dalam mendidik anak, terdapat fase dimana mereka menyerap segala sesuatu dengan sangat cepat. Setelah terserap, sulit untuk melepaskannya. Informasi tersebut akan dibawa hingga dewasa. Lalu kapankah waktu yang paling berharga itu?

Sebelum menelusuri lebih jauh, saya ingin mengungkapkan bahwa sebenarnya sepanjang hayat manusia akan tetap selalu belajar. Oleh karena itu, adanya usia emas bukan berarti adanya pembatasan.

Masa Emas di Usia Balita

Anak-anak mengalami fase terbaik dalam belajar ketika usianya berada di bawah lima tahun. Segala informasi yang ada di sekitarnya langsung diserap dengan sangat mudah. Melekat di benaknya dan sangat sulit untuk diubah.

Oleh karena itu, pendidikan kepribadian merupakan yang terbaik yang dapat diberikan oleh orang tua. Sudah banyak para pakar yang menyatakan betapa sulitanya mengubah kebiasaan. Sekali kita memiliki kebiasaan, maka kebiasaan itu mencengkram dengan sangat kuat.

Karena itu, sudah semestinya kita menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik di awal-awal kehidupan. Dalam hal ini kita mempunyai kesempatan mendidik anak mendapatkan hadiah terindah itu: kepribadian luhur.

Otak Masih Dalam Masa Perkembangan

Otak dan seluruh organ tubuh lainnya dalam masa pertumbuhan. Sehingga otak balita sangat "segar". Sangat mendukung dalam menyerap cahaya pengetahuan.

Nutrisi gizi berperan penting  di masa-masa emas ini. Kesehatan tubuh anak secara keseluruhan berpengaruh terhadap perkembangan otak. Anak-anak yang bugar, aktif, dan ceria tidak saja memiliki kecerdasan otak, melainkan juga kecerdasan emosional.

Kematangan hidup sebenarnya sangat ditentukan keadaan emosional mereka di waktu kecil. Anak-anak yang dilingkungi suasana suram akan melihat kehidupan ini suram pula. Dampaknya mereka hidup dalam bayang-bayang pesimisme.

Mengapa Balita Belajar Cepat?

Ya, kenapa anak balita sangat cepat belajar? Salah satu jawaban untuk pertanyaan itu karena otak mereka masih bersih dari segala informasi. Sehingga ada "ruang" kosong untuk menerima pengetahuan baru.

Pernah ada penelitian pada mahasiswa yang belajar bahasa asing. Mahasiswa tersebut belajar bahasa Inggris. Selama beberapa hari semua aktivitas outdoor dikurangi. Begitu pula dengan aktivitas yang memungkinkan penggunaan bahasa ibunya.

Kemudian setiap saat diperdengarkan percakapan bahasa asing. Bahkan ketika mereka tidur. Apa yang terjadi? Dengan berkurangnya asupan informasi bahasa asli mereka sendiri, penguasaan bahasa asing menjadi sangat cepat.

Dalam waktu tiga hari, kemampuan berbahasa asli berkurang sangat drastis. Mereka merasa pengetahuan itu surut dari kepalanya.  Justru karena mereka selalu mendengar percakapan bahasa asing, pembelajaran bahasa asing mereka terbilang sangat cepat.

Ini membuktikan bahwa semakin kepala kosong dari beragam informasi, semakin cepat menyerap informasi baru. Ini juga menjelaskan kenapa orang yang belajar sehabis bangun tidur biasanya menyerap lebih cepat apa yang mereka pelajari.


Sponsor
Previous
Next Post »